Putih itu menunggu
Menunggu Merah datang
Menunggu bagaimana?
Padahal, Merah selalu ada di sekitarnya
Putih. Tak selalu spesifik putih
Merah tahu itu
Merah. Tak selalu spesifik merah
Dan putih pun tahu itu
Putih dan merah sempat bertemu
Namun,sekejap
Ya, hanya sekejap
Tak lebih dari satu hari waktu akhirat
Putih merasakan merah jambu saat ia dekat dengan Merah
Dan Merah, entah apa
Putih tak tahu
Putih tak dapat menebak
Putih tak dapat membaca
Dan putih selalu bersikap salah
Merah menarik semua perhatian warna lain
Biru
Jingga
Kuning
Hijau
Ungu
Dan lainnya
Warna-warna mereka lebih menarik dibandingkan warna
Putih
Yang polos, membosankan, introvert – sama dengan hitam –
Putih tahu itu
Putih berfikir jika ia ingin bertransformasi
Mencelupkan dirinya dan berubah warna
Namun, gagal
Merah yang berhasil memancarkan kharismanya
Semakin dekat dengan warna-warna itu
Warna yang membuat hidupnya lebih berwarna
Seperti halnya pelangi
Seperti halnya pelangi pula,
Tidak ada warna putih pun tak masalah
Karena hanya membutuhkan warna-warna MEJIKUHIBINIU
untuk menjadi sebuah jembatan lengkung nan indah di langit
Tak apa bagi putih
Dia hanya perlu menjadi semburat-semburat awan
Yang selalu menunggu datangnya Merah
Dan menjadi tumpuan bagi Merah selama berpendar bersama warna lainnya
Dalam sebuah Pelangi
Dan Merah,
Mungkin tidak tahu jika Putih selalu ada
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Komentar? Siapa takut.