Daftar yang gelombang ke-2, sempat bingung mau pilih jurusan apa.
Belum terpikir mau pilih PGSD.
Pertama daftar, hal yang tercetus adalah aku harus memilih Pendidikan Bahasa Inggris. Ya, walaupun kemampuan bahasa Inggrisku cetek, hahaha.
Jadilah, pilihan pertama Pend. Bahasa Inggris dan pilihan kedua adalah FISIP Ilmu Administrasi Negara. Karena waktu itu aku pengin banget bisa kerja di bidang yang sama kayak bapak. Kayaknya enak aja, kerja di AC dan depan komputer, kalo dinas ke daerah semua transport dibiayain. Pokoknya, waktu itu pengen banget kerja kantoran.
Tapi, nggak menampik juga, sih, lulusan non Keguruan dan Kesehatan di Lampung tuh prospeknya kecil.
Besoknya, sodara aku yang 'takdirnya bagus', begitu lulus dari STKIP MPL, kerja 2 tahun, terus daftar PNS langsung dapet di SMP 16 BDL, menyarankan aku untuk ambil keguruan semuaaaaa. Dia dan suaminya, yang 'takdirnya bagus' juga, yang sekarang jadi guru di SMK 2 samping Unila, menyarankan aku untuk daftar PGSD!! Oh maaaaaaaaaaaaayyy gaaaaaaaat.
PGSD? Guru SD dong? Aku? Nggak yakin, sih.
Googling tentang PGSD, ternyata grade-nya tinggi dan peminatnya banyak banget! Sempat jiper, karena pendaftar PGSD di sekolah waktu itu bejibun dan sebagian besar 'Anak-anak Berprestasi'.
Karena dorongan nenekku yang sangat ingin sekali banget aku jadi Guru (Amin), dan terpengaruh oleh saran dari sodaraku yang 'takdirnya bagus' tadi, akhirnya aku batalkan mendaftar Ilmu Administrasi Negara, digantikan dengan PGSD.
Pengumuman tiba. Nggak baca koran nggak apa. Saat berangkat sekolah bareng temanku yang saat itu juga baru diterima di STT Telekom Bandung, temanku si Evita yang kini temangsang di FKIP Unila Prodi BATRASIA menelepon, memberitahuku bahwa aku masuk PGSD. Senang? Pasti. Hahaha
Karena jatah penerimaan MABA tiap prodi lewat jalur PKAB waktu itu cuma 2 orang, aku mencari lagi siapa yang masuk selain aku. Dan ternyata anak itu adalah Cica Anggun Lestari. Teman satu kelas denganku, tapi nggak begitu dekat. Dia anaknya pintar, jadi pantas aja kalo keterima di PGSD.
Aku terpisah dengan teman-temanku yang masuk ke kampus dan jurusan yang berbeda.
Mulailah aku mengurus registrasi MABA dengan Cica. Dari pertama hingga akhir. Hingga akhirnya kami dekat, saling cerita dan akhirnya sahabatan. Hahaha.
Cica, anaknya baik. Baik banget. Selera kami dalam segala hal pun nggak jauh beda. Anaknya juga dewasa banget.
Begitu masuk PGSD, hal yang pertama bikin males banget nget nget adalah SERAGAM! Bingung gitu loh, kuliah di Negeri kok pake seragam? Tapi, enjoy aja lama-lama juga terbiasa. Sampe sekarang.
Aku dan Cica
Aku dan Teman-teman PGSD 10






Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Komentar? Siapa takut.