Jangan menyesali cinta yang datang menyapa hatimu
Meski kamu tak bisa memiliki objek cintanya
Satu hal yang perlu kamu syukuri
Bersyukurlah atas kebahagiaan yang kamu rasakan ketika rasa itu datang
Meski hanya sesaat

Selasa, 04 September 2012

Sejenak 'Sehat'


Sungguh, hati tenang dan tenteram mendengar alunan syahdu sebuah lagu nasyid dari negeri Jiran, Raihan. Aku bukanlah seorang alim. Aku sering dan banyak melakukan kesalahan. Setiap hari, bahkan detik. Namun, naluriku sebagai seorang muslim, pastilah rindu akan ketenangan yang tidak bisa aku gambarkan bila aku mengingat-Nya dengan khusyuk. Ketenangan yang mahadahsyat yang aku dapatkan. Ingin rasanya menangis dan curhat sebanyak-banyaknya dengan-Nya. Ingin rasanya memasrahkan semuanya pada-Nya. 


Meskipun aku bukan merupakan seorang yang alim dan ahli agama, namun, naluriku sebagai seorang Muslim, telah mengantarkan keinginan yang begitu hebat bagiku. I wanna be better than last. Ya. Pastilah setiap orang pasti memiliki keinginan untuk menjadi lebih baik dalam segala hal dari waktu-waktu sebelumnya. Tapi, entah. Seakan sulit sekali untuk menahan dorongan nafsu pada diri ini untuk selalu berbuat kesalahan. Naluriku sebagai sebagai seorang Muslim pula, telah memunculkan keinginan dan tekad untukku menemukan seseorang yang kelak dapat membantuku berubah menjadi wanita muslim ‘sebenarnya’. Aku ingin menemukan seseorang yang kelak dapat menghiasi ‘rumah kami’ dengan asma-Nya. Terdengan berlebihan memang. Namun, sekali lagi, ini adalah naluriku sebagai seorang Muslimah. Meski bukan muslimah yang taat. Namun, untuk berubah, selain keinginan dan tekad, aku perlu seseorang yang dapat membantuku. Seseorang yang dapat menyadarkanku bahwa aku tidak boleh terlalu mencintainya, seseorang yang dapat menyadarkanku bahwa aku tidak boleh terlalu mencintai dunia, seseorang yang dapat menyadarkanku bahwa hanya Dia-lah yang patut aku cintai sepenuh hati.
Aku menulis ini bukan merupakan ‘modus’ akan seseorang tertentu yang pasti mereka kira itu dia. Bukan. Meskipun dia terlihat ibadahnya rajin, namun, aku tidak mau seperti kemarin. Aku tidak mau terlalu mengharapkan sesuatu yang abu-abu. Toh, jodoh, rezeki dan maut ada di tangan Tuhan. Bersyukur dengan apa yang ada. Begitu kata Grup Nasyid Raihan.

I AM LUCKY BECAUSE I WAS BORN AS A MUSLIM!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar? Siapa takut.