Jangan menyesali cinta yang datang menyapa hatimu
Meski kamu tak bisa memiliki objek cintanya
Satu hal yang perlu kamu syukuri
Bersyukurlah atas kebahagiaan yang kamu rasakan ketika rasa itu datang
Meski hanya sesaat

Sabtu, 29 September 2012

Dia Masih Bersinar




Dia masih bersinar. Dengan kharismatik yang dimiliki, tentunya. Aku masih saja tertegun jikalau melihatnya. Entah. Tapi, perasaan itu ada lagi. Perasaan takut lebih tepatnya.
Cara dia berbicara. Cara dia berjalan. Cara dia tertawa. Semua seakan lengkap menggambarkan kharismanya dimataku.
Aku pikir, aku akan bisa mempertahankan posisiku saat ini untuk tidak kemana-mana, terutama ke arahnya. Aku pikir, aku akan bisa mengenyahkan diri dari semua hal yang menyangkut tentang kharismanya. Namun, hasilnya justru mengecewakan.
Pengalaman. Ya, seharusnya aku belajar dari pengalaman, seperti yang selama ini orang-orang bicarakan. Seharusnya, aku tak perlu silau dengan auranya yang bersinar. Seharusnya, aku bisa bertahan dari terjangan kharismanya. Seharusnya, aku tetap menutup mata, telinga terlebih hati. Ya, untuk menghindari hal-hal mengecewakan yang pastinya akan hadir sesaat lagi.

Berita demi berita datang silih berganti. Mengenai siapa dengan siapa, siapa yang mengapa, siapa yang bagaimana, siapa yang kemana, siapa yang kapan.
Dia hanya memandangku kecil, bagaikan sebuah kelereng di tengah bola-bola kaki. Tak apa, pikirku. Toh, yang penting aku masih terlihat olehnya. Toh, dia tahu bahwa aku hanyalah sebuah kelereng di tengah bola-bola kakinya yang besar-besar itu. Bukan merendahkan diri sendiri, loh, tapi aku hanya ingin membentengi diri saja. Dari pil-pil pahit yang akan ku tegak, tentunya.
Aku yang hanya berperan sebagai sebuah kelereng kecil tak berguna, merasa salah tempat. Seharusnya aku tak pernah datang kesana. Gelindingkan aku Ya Tuhan... Karena sungguh, aku tak dapat menggelinding sendiri jika tidak di atas permukaan yang miring atau tidak digelindingkan. Karena jika aku tidak segera menggelinding dan pergi, alhasil, aku akan tetap terpaku disini, diantara bola-bola kaki yang besar-besar itu, tanpa dilihatnya, dan menyendiri.


Terima kasih sudah menjadi bagian inspirasi, maaf jika terlalu berlebihan J

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar? Siapa takut.