Jangan menyesali cinta yang datang menyapa hatimu
Meski kamu tak bisa memiliki objek cintanya
Satu hal yang perlu kamu syukuri
Bersyukurlah atas kebahagiaan yang kamu rasakan ketika rasa itu datang
Meski hanya sesaat

Selasa, 11 September 2012

PAST...




Aku ingin menulis apa adanya disini. Apa yang aku rasa. Apa yang aku dapat. Apa yang aku ingin. Apa yang...........................................................
I’m an ordinary person! I can’t see, hear, read or whatever  that can hurt a part of my body. Tapi, baru saja aku melakukannya. Dan rasanya, sakit memang. 
Perlahan aku membukanya.
Lalu membacanya.
Singkat memang. Namun, ‘pas’ mengenai diriku.
Masa lalu itu kembali hadir. Seolah ingin mengulang kembali kejayaannya pada masa dulu.
Seolah, ‘dia’ masih sangat mengharapkan sosoknya yang pernah menjaganya tiap waktu.
Sambil menangis, ‘ia’ mengatakan itu padanya.
Ya. Masa lalu mencoba hadir. Mengetuk. Lalu merangsek masuk. Membicarakan hal-hal remeh temeh tentang masa lalu. Haha. Kasian sekali masa kini. Tersingkir. Terlupakan.
many girls who like him. Yeah, included me. Maybe, included his ex.
Aku ingin menjerit sekuat-kuatnya, seolah ingin melepas dan membuang semua perasaan yang berkecamuk selama ini. Is it too much?
Bagiku ini tidak berlebihan. Tidak sama sekali.
Layaknya sebuah gunung berapi yang sekian ratus juta tahun memendam isinya yang panas berupa lava dan magma, aku pun sama. Memendam apa yang selama ini aku pendam.
Aku terus saja berpura-pura. Jujur, i’m so tired with it all!
Masih layaknya sebuah gunung berapi yang siap memuntahkan isinya kapanpun, namun aku tidak. Aku masih berpikir untuk melakukan itu. Dan untuk saat ini, I WON’T DO IT!
Aku tidak ingin sama sekali mengeluarkan apa yang aku pendam selama ini. Aku hanya ingin membuangnya. Membuangnya tanpa seorang pun tahu.
Aku ingin asap itu menghilang sedikit demi sedikit sehingga tidak diketahui siapapun.
Aku ingin kembali seperti biasa.
Tanpa harus menutupi lagi.
Lelah.
Tapi, aku juga tidak mau mengungkapkan.
Biarlah dalam waktu dekat ini aku begini.
Bersikap yang mungkin tidak biasa. Agar kami menjauh. Menjauh. Menjauh. Dan akhirnya menghilang.
Menyesal pasti. Tapi, inilah pilihan. Tetap bertahan dan memendam terus dengan rasa nyeri apabila melihatnya yang begitu sempurna bagi ‘mereka’, atau menghentikan semuanya. Menghentikan semua rasa nyeri itu dengan alami. Pelan namun pasti.
Yes, i’ll try ....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar? Siapa takut.