Aku
masih terpaku disini
menatap
rimbunan pohon
yang
rindang menghalangi
cahaya
langit
Aku
masih terpaku disini
duduk
di atas gundukkan tanah
dan
batu yang bertuliskan
namaku
Aku
masih terpaku disini
mencoba
mengingat apa
dan
bagaimana aku
terdampar
disini
Diameter
jam ku
tidak
dapat menunjukkan
sudah
berapa lama aku
berada
disini
Aku
terdiam
Aku
menangis
Tiada
yang dapat mendengarnya
Tiada
yang dapat merasakannya
Apa
mereka buta?
Apa
mereka tuli?
Aku
disini sejak tadi
sejak
kemarin
sejak
dua hari yang lalu
sejak
dua puluh tahun yang lalu
Namun,
mereka diam
tanpa
bicara
Seakan
gundukkan tanah ini
benar-benar
berisi aku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Komentar? Siapa takut.