Jangan menyesali cinta yang datang menyapa hatimu
Meski kamu tak bisa memiliki objek cintanya
Satu hal yang perlu kamu syukuri
Bersyukurlah atas kebahagiaan yang kamu rasakan ketika rasa itu datang
Meski hanya sesaat

Rabu, 17 Oktober 2012

Dunia Fantasi


Alunan lagu berjudul I Get Weak tanpa perincian singer-nya di perangkat komputerku beradu bersama gemericik hujan di luar kamar. Terkadang, gemuruh halilintar pun turut meramaikan riuhnya malam ini. Aku bersama bayanganku yang senantiasa mendampingiku sedang merasa jengah. Jengah terhadap semua hal. Tidak begitu mengerti atas apa yang telah terjadi. Dan tak akan pernah mengerti atas apa yang akan terjadi.
Semua terjadi sesuai kehendak-Nya. Aku tahu itu. Apa-apa yang telah atau akan terjadi di dunia pasti telah diatur-Nya. Termasuk selembar daun kering yang jatuh tertiup angin sekalipun. Karena apa-apa yang terjadi di dunia, tidak pernah luput dari pengawasan-Nya.
Aku bangkit dan menatap wajah yang kini beradu pandang denganku. Wajah itu terlihat sayu, tak semangat. Jelas sekali terlihat kelelahan, kekecewaan dan tanda tanya besar di wajahnya yang tak begitu bersinar. Aku berusaha mengatakan bahwa ia tak perlu kecewa, karena selama ini setidaknya ia selalu mendapatkan apa yang ia mau. Namun, ia justru tersenyum kecut. Memandang apatis ke arahku.
Mataku berusaha masuk ke matanya yang hitam. Berusaha mengetahui apa yang tengah dilihatnya sehingga ia tak memerhatikanku. Terus masuk. Dan masuk. Dan, hop! Aku sampai di dunia fantasinya. Disana, aku melihat banyak benang warna-warni. Ada yang tergulung rapi, namun tak sedikit yang semerawut.
Terus menelusuri dunia fantasinya yang berwarna. Bahkan, lebih berwarna dari dunia nyatanya. Disana aku menemukan banyak sekali orang kembar. Entah kembar berapa. Ada yang kembar dua, empat, enam belas, dua empat, enam empat, seratus, seratus empat...
Aku lelah. Aku ingin keluar dari dunia fantasinya yang sangat kontra dengan dunia nyata. Aku jemu, namun terperangkap. Tak dapat keluar. Dan aku, seketika ingin tidur agar terlupa semua hal tentang dunia fantasi itu. Dan ingin menyadarkannya bahwa khayalan tetaplah khayalan yang tak akan pernah berganti nama menjadi nyata.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar? Siapa takut.