Jangan menyesali cinta yang datang menyapa hatimu
Meski kamu tak bisa memiliki objek cintanya
Satu hal yang perlu kamu syukuri
Bersyukurlah atas kebahagiaan yang kamu rasakan ketika rasa itu datang
Meski hanya sesaat

Minggu, 14 Oktober 2012

Perang


Perang itu datang. Tak tepat pada waktu yang direncanakan. Semua begaduh. Barisan kanan menyendiri. Barisan kiri menyendiri. Barisan belakang pun melihat dengan heran dan sedikit senang. Sedang yang barisan tengah, diisi oleh mereka yang menyulut serta melerai peperangan.
Semua berkumpul. Suasana tegang masih terasa. Tidak nyaman. Tidak mencair. Aku pun begitu. Merasa jengah dan tidak betah. Ingin keluar dari lingkaran permusuhan itu. Namun, seketika sejuknya angin laut yang membelai wajahku sedari tadi, terasa berbeda. Tepatnya, saat ia datang. Pandanganku tak lepas dari sosoknya. Hhh... Entah. Aku pun tak tahu apa yang terjadi.
Aku tidak lagi memedulikan suasana menegangkan yang menjengahkan ini. Aku tidak peduli. Dan kebetulan, dengan t-shirt yang warnanya senada denganku, ia tampak, oh Tuhan... Bertambahlah keyakinanku atas penciptaan-Mu terhadap keindahan. Indahnya ia, bagai indahnya laut biru-Mu. Haha, berlebihan memang.
Sudah-sudahlah, temanku berkata. Tak perlu lagi aku berharap sesuatu yang sudah pasti tidak akan aku dapatkan.  Kurang lebih intinya begitu. Sebelum peperangan diluar terjadi, aku pun sempat menemukan sesuatu yang, ya, sempat kecewa karenanya. Mana gantungan itu? Entah. Tidak ada. Ya Tuhan... Aku jengah. Selalu jengah. Selalu ingin berhenti, namun selalu pula tidak dapat. Ya. Dan tangan ini masih ingin mengetikkan semua yang aku pikirkan tentangnya di blog ini. Masih. Entah sampai kapan hingga aku benar-benar merasa ingin mati...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar? Siapa takut.