Jangan menyesali cinta yang datang menyapa hatimu
Meski kamu tak bisa memiliki objek cintanya
Satu hal yang perlu kamu syukuri
Bersyukurlah atas kebahagiaan yang kamu rasakan ketika rasa itu datang
Meski hanya sesaat

Sabtu, 27 April 2013

justwriting

Kapan kau merasa ingin sendiri?
Kapan kau merasa ingin menghilang?
Dan kapan kau merasa ingin mati?
Lihatlah ke atas, kawan.
Ya, di atas saat kau berdiri di beranda rumahmu.
Kanopi bumi terbentang seluas-luasnya mata memandang
Lebar, besar, megah
Tanpa cacat
Dihiasi dengan kapas-kapas putih pengumpul uap
Keindahan kanopi bumi makin memikat
Rentangkan kedua tanganmu, kawan
Biar, biarkan teriknya sinar mentari menyengat kulitmu
Pejamkan matamu
Dan hirup udara langit di tengah bacinnya udara dunia
Biarkan kulitmu terangkat oleh sengatan mentari
Toh, ia tidak akan mengambil roh mu
Jiwa mu
Hasrat mu
Impian mu
Dan keinginanmu untuk mati
Tidak, ia tidak akan mengambil itu
Biarkan jiwamu tetap berdiri disitu
Di depan beranda rumahmu
Tetap memjamkan mata
Tetap membentangkan tangan
Tetap berusaha menghirup udara langit 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar? Siapa takut.