Jangan menyesali cinta yang datang menyapa hatimu
Meski kamu tak bisa memiliki objek cintanya
Satu hal yang perlu kamu syukuri
Bersyukurlah atas kebahagiaan yang kamu rasakan ketika rasa itu datang
Meski hanya sesaat

Sabtu, 05 November 2011

bersujud penuh cinta pada-Mu


Beduk takbir berkumandang. Aku sedang menatap barisan huruf, angka dan simbol serta layar sebuah komputer lipat. Jariku terus bergerak menuliskan kalimat yang terdaftar di pabrik kata dalam kepalaku. Kata-kata yang berasal dari ungkapan hati seorang anak hawa. Ya. Aku galau.
Tapi, sejenak aku tersentak. Aku bingung. Aku tidak tahu mengapa aku bisa mengatakan bahwa aku galau. Sedangkan, arti dari kata galau itupun aku tak mengerti. Pabrik kata di kepalaku tidak memberikan penjelasan yang berarti mengenai Galau itu.
Aku terdiam. Merenung seorang diri. Bukan. Bukan memikirkan arti galau itu. Namun, merenung memikirkan nasib percintaan sahabat-sahabatku yang serumit labirin.
Begitu banyak problematika kehidupan romansa di dunia ini. Begitu banyak tangis yang tercipta dan air mata yang terbuang dengan penuh makna karena cinta. Begitu banyak hati hati yang tersakiti dan terluka karena cinta. Sungguh ironi nasib cinta dibalik kebahagiannya.
Aku tetap termenung. Mendengar sayup-sayup suara takbir. Mengetahui nasib jatuh bangunnya sahabat-sahabatku karena cinta yang tidak seberapa dan sesaat. Tiba-tiba, keinginanku untuk memiliki cinta sejati itu terbit. Aku ingin memiliki cinta sejati dari Sang Maha Pencipat Cinta. Wallahu Rabbi.  Aku ingin mendapatkan cinta-Mu. Dan aku, ingin bersujud penuh cinta pada-Mu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar? Siapa takut.